AP I menerapkan kondisi perjalanan terbaru untuk pelancong luar negeri

AP I menerapkan kondisi perjalanan terbaru untuk pelancong luar negeri


Jakarta (Antara) – PT Angkasa Pura I siap menerapkan regulasi perjalanan terbaru sejalan dengan terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 33 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Melalui Angkutan Udara di masa pandemi COVID- 19 masa pandemi berlaku mulai 24 Maret 2022.

Faik Fahmy, Direktur Utama Angkasa Pura I, dalam keterangannya yang dikeluarkan di Jakarta, Sabtu.

Faik Fahmy menyampaikan, SE telah mengidentifikasi empat bandara yang dioperasikan Angkasa Pura I sebagai pintu masuk PPLN, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Internasional Lombok.

Dalam SE 33 Tahun 2022 disebutkan bahwa PPLN dengan angkutan udara harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. PPLN wajib menunjukkan hasil tes RT – PCR negatif dari negara asal yang berlaku 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, mendownload aplikasi PeduliLindung dan mengisi formulir e-HAC bahasa Indonesia.

2. PPLN yang tidak menerima vaksin di titik akses masuk, setelah RT-PCR pertama akan divaksinasi dengan hasil negatif.

3. PPLN yang tidak dapat divaksinasi atau menerima vaksin dosis pertama paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan, wajib dikarantina selama 5 x 24 jam.

4. PPLN yang menerima vaksin dosis kedua atau ketiga paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan dan hasil RT – PCR setelah mencapai hasil negatif, diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan.

Sebagai informasi, jumlah lalu lintas penumpang internasional di empat titik masuk yang dioperasikan Angkasa Pura I sejak 1 Januari hingga 24 Maret 2022 sebanyak 24.563 penumpang dengan lalu lintas internasional mencapai 847 orang.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani lalu lintas penumpang dan penerbangan internasional tertinggi pada periode tersebut dengan melayani 19.561 penumpang dan 251 lalu lintas penerbangan.

Sementara itu, Bandara Sam Ratulangi di Manado tertinggi kedua dengan 2.782 penumpang dan 97 lalu lintas udara, kemudian Bandara Juanda Surabaya melayani 1.718 penumpang dengan 187 lalu lintas udara.

Faeq Fahmy menutup sambutannya dengan mengatakan, “Kami optimis kebijakan ini akan mampu mendorong peningkatan lalu lintas udara dan penumpang rute internasional di bandar udara yang telah berhasil kami ciptakan multiplier effect bagi pemulihan ekonomi dan industri pariwisata. secara berkelanjutan.”

Baca juga: Presiden: Pelancong asing tidak perlu dikarantina

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Rilis SE terbaru atur PPLN

Wartawan : Adimas Raditya Fahky P.
Redaktur: Bodhi Suyanto
Hak Cipta © Antara 2022

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like