CEO Indodax: Berinvestasi dalam aset kripto bisa menjadi lebih ‘umum’

Kementerian Perdagangan memperketat kontrol atas peredaran aset terenkripsi


Jakarta (Antara) – CEO (CEO) Indodax Oscar Darmawan menilai investasi aset kripto ke depan tidak menutup kemungkinan akan semakin “umum” atau populer di masyarakat Indonesia.

Menurut Oscar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, selama pandemi COVID-19 selama ini, tren investasi di aset kripto semakin menyebar. Mayoritas penetrasi investasi aset kripto ditempati oleh orang-orang berusia antara 21 dan 35 tahun.

Investor aset kripto diyakini berasal dari penduduk kota yang populasinya lebih sedikit daripada kota besar.

Baca juga: BI: G20 setuju perlunya kerangka regulasi dan pengawasan kripto

“Ini masih perlu proses, terutama yang mendidik,” kata Oscar. “Bagaimana langkah yang tepat untuk mulai berinvestasi di aset kripto, mengetahui kripto mana yang harus dipilih, dan bagaimana memilih aset kripto yang tepat, tentunya itu perlu. diulangi.”

Terkait hal tersebut, lanjut Oscar, Indodax akan terus berkomitmen untuk terus mengedukasi investor pemula yang baru terjun ke cryptocurrency. Ini penting karena banyak ekosistem blockchain yang terkait erat dengan aset kripto, seperti keuangan terdesentralisasi, NFT, dan metaverse, menjadi semakin populer.

“Teknologi ekosistem kripto ini dengan cepat mulai diterima oleh masyarakat Indonesia. Tentunya kita semua berharap teknologi blockchain akan membuat Indonesia setara dengan negara maju lainnya,” ujar Oscar.

Baca Juga: Investor Cari Aset Aman, Bitcoin Turun 7,4 persen ke $40.632

Sebagai platform perdagangan (marketplace) untuk aset kripto, Indodax hingga Februari 2022 memiliki lima juta anggota. Angka tersebut setara dengan 45 persen dari total investor aset kripto di Indonesia yang per Desember 2021 berjumlah 11 juta orang.

Dibandingkan tahun lalu, kata Oscar, jumlah anggota meningkat 104 persen. Demikian pula jumlah trader aktif dan token yang terdaftar di Indodax bertambah.

Sebelumnya, Bappebti Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan jumlah investor aset kripto di Indonesia hingga akhir tahun 2021 mencapai 11 juta. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah investor di pasar modal berdasarkan identifikasi investor tunggal (SID), yakni 7,48 juta.

Nilai kumulatif transaksi crypto-asset di Indonesia pada tahun 2021 adalah sebesar 859,45 triliun rupiah atau rata-rata 2,3 triliun rupiah per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penggalangan dana pasar modal yang pada periode yang sama hanya sebesar Rp 63,3 triliun.

Reporter: Citro Atmoko
Redaktur: Bodhi Suyanto
Hak Cipta © Antara 2022

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like