Inovasi Rompi Anti Peluru lulus uji tembak Kostrad

Inovasi Rompi Anti Peluru lulus uji tembak Kostrad

[ad_1]

Makassar, CNN Indonesia –

Seorang mahasiswa magister di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Bencana) berhasil melakukan inovasi pada bahan anti peluru. telah lulus ujian di Divisi III Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pengujian dilakukan dengan menembakkan tiga kali dan mampu menahan peluru 9 mm untuk jarak 10 meter.

Penemu bahan antipeluru, Rudi, menjelaskan ide inovasi tersebut didasarkan pada kondisi pembuatan rompi antipeluru dari bahan yang berat dan mahal yang sulit ditemukan di dalam negeri.

Dia juga mulai memikirkan solusi alternatif untuk mengganti bahan anti peluru yang lebih ringan dengan kekuatan yang sama.

Fiber Karbon merupakan salah satu bahan yang digunakan. Bahan ini mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pembuatan suku cadang mobil custom seperti spatbor mobil, kap mesin, dll. Halaman rumah Spiegel”, kata Rudi, Senin (29/11).

“Setelah mengumpulkan referensi keterampilan pada materi, diputuskan bahwa materi ini dapat digunakan untuk membuat rompi antipeluru,” ujarnya lagi.

Selain itu, Rudi menjelaskan bahwa bahan antipeluru yang dibuat memiliki keunikan dari segi bobot rompinya. Inovasi ini membuat rompi antipeluru jauh lebih ringan dengan ukuran bola yang sama dibandingkan dengan rompi antipeluru yang ada di pasaran saat ini.

Selama proses pembuatan, Rudi menunjukkan bahwa ada kesulitan, misalnya ketika melakukan simulasi dengan perangkat lunak Metode elemen hingga yang disebut masih relatif baru.

Dekan Fakultas Teknik, Prof Muhammad Arsyad Thaha mengatakan pihaknya selalu memaksimalkan dukungan dan menciptakan suasana akademik dan inovasi teknologi. Hal ini sudah terjadi sejak tahun 2015.

“Material antipeluru merupakan penelitian awal di laboratorium penelitian teknik mesin. Inovasi ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk menggunakan material secara efisien hingga digunakan pada kendaraan militer dan rompi anti peluru,” jelas Arsyad.

Arsyad juga mengatakan akan dibuatkan MoA (Memorandum of Agreement) dengan Kostrad dan pihak industri untuk kepentingan dunia militer mengenai bahan anti peluru.

“Inovasi ini menggunakan serat karbon dan resin epoksi sebagai penguat. Kemudian peralatan tambahannya adalah mesin kekosongan,” dia berkata.

Bahan anti peluru dibuat menggunakan kekosongan untuk memaksimalkan rasio serat terhadap resin. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bahan yang lebih ringan.

Inovasi ini bertujuan untuk lebih mendukung dan meningkatkan profesionalisme militer Indonesia.

(saya / fea)

[Gambas:Video CNN]


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

7 Penyebab Lampu Motor Sering Rusak

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia – lampu sepeda motor seringnya berpisah tentu menjadi kendala. Suka tidak suka, pemiliknya harus…