Pelatihan Wisata Kuliner dan Upaya Menjadikan Madiun Sebagai “Urban Tourism”

Pelatihan Wisata Kuliner dan Upaya Menjadikan Madiun Sebagai “Urban Tourism”


Madiun (ANTARA) – Sejak beberapa tahun terakhir, Kota Madiun di Provinsi Jawa Timur telah “berkarya” dalam melaksanakan pembangunan bagi dandy sendiri untuk sebuah perubahan. gambar-Dari yang dulunya kota transit menjadi tujuan wisata.

Sejumlah titik situs berhasil ‘dikonversi’ dari tampilan ‘normal’ sebelumnya menjadi lebih indah, antara lain di sepanjang Jalan Pahlawan yang telah dialihfungsikan menjadi kawasan PSC (PSC) lengkap dengan Taman Sumber Wangi dan Taman Sumber Omis yang merupakan terhubung ke kompleks Pusat komersial dan fasilitas lain di sekitarnya.

Lalu ada kawasan Tugu Prajurit yang dipadukan dengan pusat kuliner Jalan Rimba Dharma. Pengembangan lahan mati di kawasan perkantoran PDAM Kota Madiun di Taman Pendidikan dan Wisata Ngrowo Bening yang menawarkan tempat untuk menghibur dan belajar tentang berbagai flora dan fauna dengan konsep mini agri-tourism.

Selain itu, Taman Bantaran Madiun dan kios UMKM di 27 sub-zona menonjolkan keunggulan masing-masing kecamatan sebagai pusat kuliner berupa makanan jajanan dengan menawarkan makanan khas Madiun dan kontemporer yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pemerintah Kota Madiun di bawah Walikota Madiun Maidi tampaknya memiliki konsep untuk menjadikan Kota Madiun sebagai kota. Tur Perkotaan Atau city tourism dengan memperkenalkan atraksi baru untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.

Dengan dibangunnya tempat-tempat tersebut, pemerintah daerah menginginkan Madiun menjadi daya tarik dan dicintai semua orang.

Walikota Maidy menilai, kota-kota besar di berbagai belahan dunia bisa hidup 24 jam karena menawarkan keindahan. Baik keindahan di siang maupun malam hari. Seperti Singapura, Bangkok, dll. Konsep ini juga dimulai di Madiun.

“Kita tidak memiliki kemampuan alam. Tapi bukan berarti kota kita tidak bisa menarik. Kita buat menarik dengan sentuhan-sentuhan ini. Itu yang saya lihat di kota-kota besar di negara-negara Asia,” ujarnya.

Pemkot Madiun tidak berhenti berkreasi dan inovatif, saat ini pemerintah bekerjasama dengan dua BUMN secara bersamaan, PT INKA (Persero) dan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun untuk membangun kawasan ekonomi di Jalan Bogowonto, kota Madiun menjadi “berubah” di tempat Turis memasak dengan konsep kereta api. api.

Pemerintah Kota Madiun telah mengintip sejarah potensi perkeretaapian untuk dikembangkan guna mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, ide melakukan wisata kuliner dengan konsep kereta api ini untuk memperkuat identitas Madiun sebagai kota bersejarah di sekitar kereta api.

“Kota Madiun dan kereta api tidak dapat dipisahkan, memiliki sejarahnya sendiri. Sejarah ini tidak akan kita hilangkan, tetapi akan kita perkuat,” kata Maidy.

Bekerjasama dengan PT INKA dan KAI, Pemkot Madiun membangun kawasan ekonomi baru di lokasi Jalan Bogowonto yang saat ini sudah memulai proses tersebut.

PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun berhasil menaikkan kembali rel kereta api yang tertimbun aspal di Jalan Bogoonto menjadi kawasan wisata kuliner berkonsep kereta api. Kereta api tersebut sebelumnya merupakan jalur kereta api jalur Madiun-Ponorogo yang sudah tidak beroperasi sejak pertengahan tahun 1980-an.

Menurut Maidy, kawasan itu tidak hanya akan dijadikan sebagai pusat wisata kuliner, tetapi juga akan digunakan sebagai sarana edukasi tentang sejarah perkeretaapian.

“Jalan Bugoonto memiliki sejarah yang hebat, dan kami ingin mengingat sejarah masa lalu itu agar tidak hilang,” katanya.

Pemkot Madiun juga akan melakukan penataan untuk kawasan sekitarnya, mulai dari penambahan lampu, perbaikan taman dan fasilitas penunjang lainnya. Sehingga kawasan tersebut menjadi destinasi wisata kota yang unik.

Rencana Pemkot Madiun untuk mengembangkan kawasan ekonomi di Jalan Bogowonto menjadi pusat wisata kuliner berkonsep kereta api didukung penuh oleh dua BUMN yang bergerak di bidang perkeretaapian. PT INKA dan KAI menyatakan siap memenuhi kebutuhan untuk mewujudkan kawasan wisata kuliner dan pelatihan pendidikan di masa lalu.

Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju mengatakan INKA akan menyediakan empat gerbong wisata kuliner kereta konsep di Jalan Bogoonto.

“Kami akan menyediakan empat gerbong. Satu gerbong eksekutif besi tahan karat “Dan tiga kereta flat untuk gerbong,” kata Agung Sedago.

Menurut dia, gerobak datar biasanya digunakan untuk mengangkut peti kemas atau peti kemas yang telah dimodifikasi ke tempat-tempat restoran, kafe, atau sejenisnya.

Hal senada juga diungkapkan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun selaku pemilik aset perkeretaapian di daerah. Pihaknya mendukung penuh rencana Pemprov DKI untuk mengembangkan kawasan ekonomi di Jalan Bugoonto.

Kepala Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun Hendra Wahyono mendukung pemanfaatan aset di daerah tersebut untuk menjadi Kabupaten Diklat Kuliner. Mulai dari rel yang terkubur hingga ke tanah. Pihaknya juga bersedia menaikkan jalur KA lama yang dulunya Jalan Madiun-Ponorogo.

“Kita dukung. Karena KA ini tidak jalan, bisa digunakan sesuai rencana walikota,” kata Hendra.

Baca juga: Pemkot Madiun Berlakukan Perda Kepariwisataan

segera bekerja

Setelah KAI berhasil mengangkat rel kereta api, sejumlah gerobak atraksi kuliner buatan PT INKA (Persero) kini telah rampung dan berhasil ditempatkan di lokasi Jalan Bogoonto, Kota Madiun.

Empat gerbong penumpang dan satu gerbong barang secara bertahap dikirim ke Jalan Bogoonto. Walikota Madiun Maidi meninjau langsung kiriman tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada PT INKA (Persero).

“INKA perkembangannya cepat. Setelah itu, Pemkot Madiun juga akan cepat kemajuannya. Kita buru-buru agar bisa dijalankan sebelum Lebaran,” kata Midi.

Saat ini, pemerintah kota sedang mempersiapkan kawasan Jalan Bogoonto agar lebih asri. Mulailah memasang lampu, taman, pohon, dll.

Dan dia berkata, “Apa yang bisa kita lakukan dulu, akan kita lakukan. Misalnya mengecat lampu, menata taman, dll. Pokoknya kita puasa. Lebaran sebentar lagi dan tidak bisa ditunda.”

Walikota Maidy juga mengagumi desain troli rancangan PT INKA. Menurutnya, wisata kuliner dengan kereta api akan menarik perhatian masyarakat.

Selain itu, interiornya juga didesain senyaman mungkin. Hal ini dilakukan agar pengunjung bisa merasakan wisata kuliner layaknya kereta api sungguhan.

Ia mengatakan, “Desainnya luar biasa. Terima kasih banyak kepada PT INKA yang telah melampaui target khusus ini. Terima kasih juga kepada KAI dan pihak lain yang telah berpartisipasi dalam program ini.”

Maidi menginginkan wisata kuliner berkonsep kereta api Jalan Bogowonto untuk mempromosikan citra baru Madiun sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner.

Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya pilihan tempat-tempat menarik di Kota Madiun yang dapat dikunjungi sebagai upaya mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Pemkot Madiun Adakan Putaran Vaksinasi Untuk Ajak Anak-anak Divaksinasi

Baca Juga: Safari Ramadhan di Madiun-Jatim Sediakan Bazar UMKM dan Vaksin

Editor: Satyagraha
Hak Cipta © Antara 2022

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like