Pemerintah memperluas kebijakan visa on arrival ke 42 negara ke Bali

Pemerintah memperluas kebijakan visa on arrival ke 42 negara ke Bali


Jakarta (Antara) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaja Ono mengatakan pemerintah telah memperluas kebijakan perluasan Visa on Arrival (VoA) bagi Perwakilan Perjalanan Asing (PPLN) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ke 42 negara.

Menurut dia, pemberian visa kedatangan kepada wisatawan asing akan efektif dilaksanakan sambil menunggu terbitnya surat edaran baru.

“Jadi arahan Presiden (Joko Widodo) harus segera mengakui perluasan VoA dan kebijakan tanpa karantina. Saat ini kami sedang berkoordinasi dan mudah-mudahan pada 22 Maret besok, surat edaran itu akan dikeluarkan,” kata Sandiaga. Konferensi pers mingguan, Jakarta, Senin.

Negara yang warganya diperbolehkan masuk ke Bali menggunakan VoA adalah Australia, Amerika Serikat, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, dan Korea Selatan.

Baca juga: Sandiaga: Pemerintah Siapkan Sistem Ekonomi Baru Pasca Wabah

Kemudian juga Laos, Malaysia, Prancis, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Disusul Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Belgia, Brasil, Denmark, Finlandia, Hungaria, India, Meksiko, Myanmar, Norwegia, Polandia, Seychelles, Spanyol, Swedia, Swiss, Taiwan, China, dan Tunisia.

Meski terjadi perluasan VoA dari 23 negara menjadi 42 negara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tetap menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berada pada kisaran 1,8 juta – 3,6 juta pada 2022.

“Belum kita review, kita tunggu saja untuk bersantai dan menghadapi pandemi (Covid-19). Saya cukup optimistis ada kemungkinan untuk melampaui target wisman kita,” kata Sandiaga.

Pekan lalu, Senin (14/3), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dikabarkan menambah fasilitas VoA di beberapa bandara lain, seperti Jakarta dan Surabaya untuk kunjungan wisman di tengah pandemi COVID-19 yang terkendali.

“Kemenparekraf sangat mendukung fasilitas dan penyediaan VoA untuk Jakarta dan Surabaya dapat memudahkan wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia,” kata Minparekraf.

Baca juga: Sandiaga: Kebijakan Karantina Tidak Diperpanjang di Seluruh Indonesia

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk memperluas kebijakan tanpa karantina di seluruh Indonesia dengan syarat masuk saja tes PCR.

Kebijakan ini ditetapkan karena penanganan pandemi COVID-19 semakin terkendali berkat komitmen masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Selain pengendalian wabah yang terkendali, lanjutnya, kelancaran pelaksanaan uji coba tanpa karantina di Bali, Batam dan Bintan juga menjadi acuan pemerintah untuk memperluas kebijakan larangan karantina di seluruh Indonesia.

Di Bali, Batam dan Bintan, jumlahnya Tingkat positif Terlalu rendah dan angka Tingkat reproduksi kata Sandiaga.

Baca juga: Sandiaga: Pemulihan Pariwisata di Bali Bagian dari Ekonomi Baru

Baca juga: Sandiaga: Maskapai Australia ke Bali melihat dorongan untuk menghidupkan kembali ekonomi

Reporter: M. Baqer Edros Al-Attas
Editor: Satyagraha
Hak Cipta © Antara 2022

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like