Pola Permainan Sepak Bola

Pola Permainan Sepak Bola – Setiap tim pada klub sepak bola pasti mempunyai formasi atau strateginya masing-masing dalam menghadapi lawannya pada sebuah pertandingan.

Tentu di butuhkan sebuah pola agar bisa bermain dengan solid dan mampu mengimbangi lawannya. Pola permainan di sepak bola harus bisa diterapkan dengan baik, agar bisa meraih kemenangan di pertandingan nantinya.

Nah, berikut ini kami akan membahas beberapa macam pola permainan sepak bola yang wajib kamu ketahui.

Pola Permainan Sepak Bola

Pola Permainan Sepak Bola

Setiap pelatih sepak bola tentunya mempunyai ciri khas strategi atau gaya bermain yang berbeda dengan tim lainnya, seperti Jurgen Klopp pelatih yang pernah menukangi Borussia Dortmund, dan sekarang Liverpool ini sangat kental dengan permainan pressing tinggi sepanjang laga.

Gaya permainan Liverpool saat dilatih Jurgen Klopp juga sangat sulit untuk dibaca oleh pelatih lain. Dalam taktiknya Jurgen Klopp sering mengubah arah dan tempo penyerangan dengan cepat.

Karena pola permainan dari Jurgen Klopp ini lah yang membuat Liverpool mengakhiri puasa gelarnya selama tiga dekade alias 30 tahun, usai dipastikan menjadi juara Liga Inggris tahun 2019/2020. Dan juga meraih gelar keenam Liga Champions di tahun 2018-2019.

Berikut ini beberapa pola permainan dari sepak bola modern, saat ini:

Pola Pertahanan

Pola Permainan Sepak Bola

Dalam permainan sepak bola tidak selalu dalam keadaan menyerang terkadang bisa juga tertekan dan dipaksa terus bertahan. Dalam keadaan bertahan tentu ada polanya sendiri.

Pola bertahan dalam permainan sepak bola modern saat ini memiliki banyak macam variasinya, berikut diantaranya.

Pertahanan Area (Zone Marking)

Pola ini fokus utamanya pada satu area, masing-masing pemain hanya fokus pada areanya sendiri, tapi sesekali juga harus memperhatikan pergerakan lawanya.

Komunikasi yang baik antar pemain menjadi kunci utama dari pola pertahanan ini. Jika salah satu pemain kehilangan fokusnya, maka sudah pasti pola tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Jadi intinya semua pemain tidak perlu menjaga pemain lawan cukup dengan menjaga areanya saja. Jadi pemain lawan tidak diperbolehkan memainkan bola pada area Zone Marking yang sudah dibuat.

Meski sangat beresiko, pola ini masih sering digunakan oleh beberapa pelatih top dunia.

Pertahanan Satu Lawan Satu (Man to Man Marking)

Beda dengan Zone Marking, pola yang satu ini hanya fokus pada salah satu pemain yang sudah ditentukan. Ketika menggunakan pola ini para pemain masing-masing diberi tugas untuk menjaga satu pemain lawan saja. Pemain yang mendapat tugas harus siap dan tetap fokus pada lawannya.

Jika posisi pemain yang menjadi tugasnya tadi keluar dari area pertahanan yang sudah dibuat, maka pemain tersebut bukan tanggung jawab dari si pemain itu.

Jadi pola ini sangat mengandalkan komunikasi dan kerjasama yang menjadikan keberhasilan pada pola pertahanan ini.

Pertahanan Kombinasi (Man to Man Marking dan Zone Marking)

Pola pertahanan yang satu ini cukup rumit, dimana pola yang awalnya man to man marking akan secara tiba-tiba diubah menjadi Zone Marking atau sebaliknya.

Konsentrasi yang tinggi dan komunikasi per lini menjadi faktor utama keberhasilan pola pertahanan kombinasi ini. Dengan adanya tanggung jawab per lini terhadap daerahnya masing-masing menjadikan pemain akan tetap selalu disiplin pada posisinya.


Baca Juga: Pengertian Kick Off


Formasi yang Cocok untuk Pola Pertahanan

Tidak hanya pola penyerangan saja yang punya strategi khusus, posisi bertahan juga harus memperhatikan formasi yang cocok jika digunakan.

Berikut, beberapa formasi yang biasa digunakan untuk pola pertahanan.

Formasi 5-3-2

Formasi 5-3-2

Formasi dengan lima pemain belakang yang sejajar ini sangat cocok untuk diterapkan pada pola pertahanan. Dengan adanya lima pemain dalam bertahan, tentu tim lawan sangat kesulitan dalam menembus area pertahanan lawan.

Di tengah di isi tiga pemain, dengan hanya tiga pemain di posisi tengah menjadikan mereka leluasa atau fleksibel dalam mengatur ritme permainan, ketiganya juga bisa membantu lini belakang dalam memutus serangan pemain lawan, serta bisa juga membantu para striker dalam melakukan serangan.

Untuk dua pemain depan, tugasnya untuk membuat peluang agar dapat menciptakan gol. Dua pemain depan juga harus siap saat bola kapan saja datang, pemain depan juga harus cerdik dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan,

Formasi 3-5-2

Formasi 3-5-2

Sebetulnya formasi ini mirip dengan formasi 5-3-2, kedua formasi tersebut sama-sama menggunakan lima pemain bertahan, tiga pemain tengah, dan dua penyerang.

Namun ada sedikit perbedaan pada posisi sayapnya. Formasi ini memberi tugas pada pemain sayap untuk bisa bermain dua posisi, yaitu bisa sebagai pemain bertahan dan juga sebagai pemain tengah.

Dengan peran ganda maka pemain yang menempati posisi terbut harus mempunyai stamina yang bagus.

Pola Penyerangan

Pola Permainan Sepak Bola

Menyerang pertahanan lawan harus dilakukan oleh setiap tim untuk dapat mencetak gol dan meraih kemenangan. Setiap penyerangan yang dilakukan tim saat bertanding harus dengan skema atau pola yang terstruktur. Pemilihan pola saat penyerangan yang baik akan dapat hasil yang positif.

Dalam perkembangan sepak bola saat ini, banyak jenis pola penyerangan yang perlu diketahui. Berikut beberapa diantaranya.

Melakukan Gerakan Tersusun

Gerakan tersusun adalah, sebuah penyerangan yang dilakukan oleh sebuah tim yang sudah tersusun sangat rapi sesuai posisi dari pemain masing-masing.

Jadi pemain yang posisinya gelandang akan selalu fokus di area tengah, tidak harus jauh mundur kebelakang atau maju ke depan. Begitu juga posisi pemain belakang, dia hanya fokus di posisi belakang untuk menjaga pertahanan.

Gerakan ini juga mengharuskan setiap pemain untuk melakukan tugasnya masing-masing dengan sebaik mungkin. Jika hal tersebut tidak dilakukan, tentu pola penyerangan tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Pola penyerangan dengan cara tersusun ini harus sering di latih, agar semakin bagus polanya, serta sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan.

Skema ini juga bisa dilakukan  pada saat tendangan pertama, tendangan bebas, tendangan penjuru atau lemparan ke dalam.

Sering di latihnya pola tersusun ini maka akan semakin matang juga Chemistry antara pemain satu dengan pemain lainnya.

Penyerangan Sisi Sayap

Pola ini mungkin sangat cocok digunakan saat melawan tim yang mempunyai pertahanan solid dan kokoh. Jenis dari pola penyerangan ini dijamin sangat ampuh dalam membombardir lini pertahanan lawan.

Pola ini sangat mengandalkan kecepatan dan kelincahan dari dua pemain yang posisinya di sisi sayap, permainan ini nanti akan sering menerapkan bola-bola panjang.

Kunci utama dari pola penyerangan ini pada akurasi umpan yang dilakukan oleh pemain tengah dan kelincahan pemain sayap dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Selain itu para pemain juga bisa lebih fokus dalam menjaga lini pertahanan apabila tim lawan melakukan serangan balik.

Serangan Balik

Pola yang satu ini bisa disebut dengan counter attack dimana pola ini memanfaatkan kelengahan dari tim lawan karena keasyikan menyerang.

Tim dengan strategi ini biasanya lebih sering menunggu celah ketika tim lawan membawa bola, fokus utamanya yaitu memanfaatkan kelengahan lawan untuk bisa masuk ke pertahanan lawan dengan cepat.

Ketika posisi pemain lawan lebih maju dan kehilangan bola terjadi, maka sangat mudah pola serangan balik ini untuk masuk ke pertahanan lawan dan dengan mudah untuk mencetak gol.

Tendangan Keras Langsung

Untuk pola penyerangan ini biasanya sebagai alternatif untuk mencetak gol apabila berbagai macam cara untuk menembus pertahanan lawan mengalami kegagalan.

Sekiranya sangat sulit untuk masuk ke pertahanan lawan untuk mencetak gol, maka cara ini bisa kamu coba. Dengan memanfaatkan tendangan keras dan terarah, kamu bisa saja mencetak gol dari jarak yang cukup jauh.

Pola penyerangan ini bisa dilakukan ketika ada kesempatan dimana ruang tembak cukup bagus, dan jika dirasa mampu mencetak gol maka boleh-boleh saja kamu tendang langsung kearah gawang.


Baca Juga: Sejarah Sepak Bola


Formasi yang Cocok untuk Pola Penyerangan

Menentukan formasi dalam memilih pola penyerangan cukup penting, keberhasilan suatu pola yang diterapkan bisa karena beberapa faktor, misalnya dengan jumlah penyerang atau striker yang sedikit tentunya tim tersebut akan kesulitan untuk melakukan pola penyerangan.

Namun sebaliknya, jika jumlah penyerang atau striker yang banyak akan mempermudah untuk menjalankan pola dalam penyerangan.

Berikut ini beberapa formasi yang cocok untuk pola penyerangan.

Formasi 4-3-3

Formasi 4-4-2

Formasi 4-3-3 cukup efektif dalam pola penyerangan. Memakai empat pemain di belakang cukup untuk mempertahankan lini belakang, tiga pemain tengah cukup mudah dalam mengatur ritme permainan, dan tiga pemain berada di depan sangat pas untuk menyerang pertahanan lawan.

Dengan menggunakan pola penyerangan tersusun atau memanfaatkan posisi dari sayap kiri dan kanan dianggap cocok oleh para pengamat sepak bola jika dipadukan dengan formasi 4-3-3 .

Formasi 4-4-2

Formasi 4-4-2

Meski hanya menggunakan dua striker, formasi 4-4-2 cocok sekali dengan pola penyerangan, pemain tengah di isi dengan empat pemain yang dirasa cukup membantu tugas dari dua striker dalam mencetak gol.

Pemain tengah dituntut sekreatif mungkin ketika menggunakan formasi ini, semakin pintar pemain tengah mengatur ritme permainan maka sangat mudah tim tersebut menciptakan peluang untuk mencetak gol.

Formasi 4-2-3-1

Formasi 4-2-3-1

Formasi 4-2-3-1 mirip dengan formasi 4-3-3, perbedaannya hanya pada pemain sayap, dimana pemain sayap harus ikut membantu pemain tengah dalam mengatur permainan. Jadi ketika menggunakan formasi ini tugas pemain sayap menjadi double.

Namun formasi ini memiliki nilai positif, dimana menjadikan pemain tengah lebih mudah dalam mengalirkan bola kedepan.

Formasi 4-2-4

Formasi 4-2-4

Formasi 4-2-4 menjadi formasi andalan bagi timnas Brasil, dengan formasi tersebut negara Brasil mampu menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1958.

 Menggunakan empat pemain bertahan dirasa cukup dalam menahan serangan tim lawan. Di tengah di isi pemain gelandang yang posisinya berdampingan, dua pemain tersebut memiliki peran sentra dalam mengatur tempo serangan dan menjadi orang pertama sebagai pemutus serangan lawan.

Lalu empat penyerang yang saling bahu-membahu agar dapat menciptakan peluang untuk mencetak gol dengan berbagai cara.

Formasi ini cocok untuk tim yang mempunyai karakter penyerang-penyerang hebat seperti Barcelona, Real Madrid, Bayern Munchen dan Liverpool.


Baca Juga: Induk Organisasi Sepak Bola


Akhir Kata

Pola permainan apa saja yang diterapkan oleh pelatih harus dibutuhkan kematangan. Semakin sering pola permainan itu dipraktekkan pada sesi latihan, semakin matang juga pola tersebut nanti diterapkan di lapangan.

Pemilihan pola menjadi keputusan dari seorang pelatih, sebagai pemain kita harus siap untuk menjalankan apa yang sudah diinstruksikannya.

Tugas dari seorang pemain hanya perlu memahami pola dan formasi dari sang pelatih, agar rencana dari pola tersebut sesuai dengan perintah seorang pelatih.

Demikian pembahasan artikel mengenai pola permainan sepak bola, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk semua. Salam Olahraga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *