Seni Kaligrafi

Seni Kaligrafi

Seni kaligrafi adalah salah satu karya tulis yang sudah berkembang di Jazirah Arab. Kaligrafi sendiri termasuk karya seni tulis yang sangat menarik dan selalu terlihat indah di setiap sudut masjid.

Perkembangan seni kaligrafi bertuliskan arab ini berkembang pada abad ke-3 SM. Hal ini pun menjadikan kaligrafi berkembang pesat hingga banyak orang yang mempelajari nya.

Berikut ini kami akan membahas secara rinci tentang seni kaligrafi mulai dari pengertian, sejarah, gambar kaligrafi & jenisnya. Yuk simak selengkapnya!

Pengertian Seni Kaligrafi

Seni Kaligrafi merupakan sebuah seni menuliskan teks ke dalam bentuk lukisan menggunakan pena, kuas, ataupun alat tulis lainnya yang bisa digambar ke media tertentu.

Pada awalnya kaligrafi dibuat pada media kertas papyrus, namun dengan perkembangannya zaman, media kaligrafi juga dapat ditemukan pada media lainnya yang lebih bervariasi contohnya seperti batu, koin, dinding, sutra, kertas kanvas, perhiasan, plat kuningan, kaca, keramik, dan lain sebagainya.

Sebagai orang muslim, kemampuan menulis—dalam arti luas –merupakan pembeda antara manusia dengan hewan, menulis merupakan wujud dari kecerdasan tertinggi manusia.

Menurut Ibrahim Ash-Shaybani (Bapak Hukum International Islam) tulisan merupakan bahasa tangan, idiom pikiran, ambassador akal, otoritas tertinggi pemikiran, senjata pengetahuan & sahabat terbaik untuk keimanan diantara jurang waktu.

Sejarah Kaligrafi

  • Asal Mula Seni Kaligrafi

Pada abad ke-16, seni kaligrafi Islam pertama kali menjadi bentuk risalah, yang mana gaya-gaya dalam kaligrafi telah menemukan formulasi bakunya. Al-Qur’an & puisi-puisi Islam tersebut dituangkan secara masif ke dalam bentuk kaligrafi dengan kekhasan gaya kaligrafi dari berbagai macam aliran.

Pada sejak itu seni kaligrafi telah memainkan peran penting bagi perkembangan kebudayaan Islam. Seni kaligrafi Islam boleh dikatakan memiliki lingkup yang tidak terbatas, karena variasi serta aplikasi pemakaiannya bisa dituangkan ke media seni tulis manapun.

Maka tidak mengherankan, tidak hanya dunia Islam saja yang menggunakan kaligrafi dengan teks Arab tersebut, bahkan dunia barat pun terpengaruh oleh kaligrafi Islam.

  • Masuknya Kaligrafi Arab ke Eropa

Kaligrafi Arab sendiri mulai dikenal di Eropa pada abad pertengahan, pada masa itu kaligrafi Arab kerap kali dipakai untuk kepentingan dekoratif. Contohnya saja, Roger II (1095-1154), Raja Sicily, Italia, mempunyai mantel yang diduga dibuat oleh pengrajin asal Arab.

Pada bagian bawah mantel tersebut menggunakan kufic, yang isi terjemahannya ialah: “ini (mantel) adalah milik kerajaan yang dilindungi oleh hukum, yang diberkati oleh keberuntungan dan kehormatan, dibuat dengan kesempurnaan, dengan kuasa dan kepantasan, dengan sanksinya serta kesejahteraannya, dengan kemurahan hati dan keagungan”

Keistimewaan Seni Kaligrafi

Salah satu bentuk keindahan dari Alquran adalah seni menulis indah atau biasa disebut dengan kaligrafi. Kaligrafi sendiri diciptakan & dikembangkan oleh kaum Muslim pada saat kedatangan Islam.

Apabila dibandingkan antara seni Islam dengan seni yang lain, kaligrafi mendapatkan kedudukan yang paling tinggi dan merupakan ekspresi spirit Islam yang sangat khas. Oleh karena itu, kaligrafi sering kali disebut sebagai ‘seninya seni Islam’.

Hal ini memang pantas karena kaligrafi mencerminkan kedalaman makna seni yang esensinya berasal dari nilai dan konsep keimanan.

Maka dari itu, kaligrafi sangat berpengaruh besar terhadap bentuk ekspresi seni yang lainnya. Hal ini juga sudah diakui oleh para sarjana Barat yang banyak mengkaji & mempelajari seni Islam, seperti Martin Lings, Titus Burckhardt, Annemarie Schimmel & Thomas W Arnold.

Keistimewaan lain dari kaligrafi dalam seni Islam adalah sebagai bentuk pengejawantahan dalam firman Allah SWT dan karya seni yang sangat berkaitan langsung dengan Alquran & hadis. Karena, sebagian besar tulisan indah dalam bahasa Arab tersebut menampilkan ayat Alquran atau hadis Nabi Muhammad SAW.

Jenis – Jenis Kaligrafi Islam

Kaligrafi Islam sendiri memiliki beberapa jenis & ragamnya. Masing masing dari jenis tersebut, memiliki bentuk huruf dan fungsi yang berbeda beda.

1. Kaligrafi Khat Naskhi

Jenis kaligrafi Arab diatas adalah kaligrafi khat naskhi yang menggunakan anatomi huruf sama dengan penulisan huruf Al-Qur’an.

Kaligrafi Khat naskhi sendiri artinya menghapus, sebagaimana jenis penulisan ini diperuntukkan sebagai pengganti khat kufi/kaligrafi tertua pada peradaban Arab.

Sejarah kaligrafi khat naskhi ini berawal dari seorang bernama Ibnu Muqlah. Beliau disebut-sebut sebagai orang pertama yang menyempurnakan tulisan ini, tepatnya pada 4 Hijriah. Kebanyakan pada Al-Qur’an dan hadis masih menggunakan khat ini.

Khat ini juga seringkali dijumpai pada media-media umum seperti majalah, buku, & media lainnya yang dibaca orang awam.

Ciri khas kaligrafi khat naskhi yakni bentuk hurufnya yang luwes, tidak menumpuk, tidak terlalu rapat, dan memiliki harakat yang mudah dibaca.

2. Kaligrafi Khat Riq’ah

Jenis kaligrafi selanjutnya adalah Riq’ah yang mana dalam bahasa Arab, riq’ah artinya tambalan. Pada masanya, seniman kaligrafi yang menggunakan khat riq’ah menggunakan potongan kulit ataupun kayu sebagai media tulisnya.

Sejarah khat riq’ah ini berasal dari bangsa Turki Usmani, tepatnya pada masa dinasti Sultan Abdul Majid Khan (1280 H). Kaligrafi Khat Riq’ah ini sangat umum ditulis oleh masyarakat Turki Usmani karena khat ini dinilai paling mudah & paling cepat ditulis.

Dilihat dari tampilan tulisannya, khat ini dinilai hampir sama dengan khat kufi, namun juga mengadaptasi bentuk khat kufi.

Ciri khas kaligrafi khat naskhi yakni penggunaan harakat pada bagian yang penting saja, arah tulisan miring & bentuk hurufnya pendek-pendek.

3. Kaligrafi Khat Diwani

Kaligrafi Khat Diwani merupakan salah satu jenis kaligrafi yang mana dalam bahasa Arab, diwani artinya dewan-dewan perkantoran sebagaimana khat ini diperuntukkan sebagai tulisan kerajaan Turki Usmani.

Khat diwani ini mulai muncul dan digunakan pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel pada tahun 857 H, biasanya juga digunakan untuk dokumen-dokumen kerajaan.

Seiring perkembangannya zaman, khat ini terus disempurnakan dan jenisnya lebih berkembang hingga muncul khat diwani jaly. Khat inilah yang digunakan sebagai tulisan kaligrafi khat diwani.

Ciri khas kaligrafi khat diwani yakni bentuknya yang rumit, banyak hiasan & bervariasi.

4. Kaligrafi Khat Kufi Murabba

Kaligrafi Khat Kufi Murabba merupakan salah satu jenis kaligrafi yang termasuk dalam salah satu kaligrafi kuno dan memang merupakan jenis khat tertua dalam peradaban Arab.

Jadi, tidak heran jika khat ini banyak kita temukan di masjid, bangunan-bangunan kuno, prasasti, sampai dokumen-dokumen kuno. Ciri khasdari kaligrafi khat kufi murabba yakni bentuk tulisannya yang geometris & tidaj memiliki harakat.

5. Kaligrafi Khat Tsuluts

Tsuluts merupakan kaligrafi dalam bahasa Arab yang berarti sepertiga, maka dari itu khat tsuluts mempunyai ukuran sepertiga dibanding jenis khat lainnya.

Jenis khat ini sangat populer di kalangan seniman kaligrafi dan juga digunakan untuk penulisan Al-Qur’an serta hadis.

Ciri khas kaligrafi khat tsuluts yakni kelenturan tulisan yang luar biasa, tampilan yang rumit, dan bentuk kepala huruf yang melengkung serta berduri.

6. Kaligrafi Khat Farisi

Kaligrafi Khat Farisi merupakan jenis khat yang pertama kali berkembang pada peradaban Persia (sekarang Iran) lalu meluas sampai India, Pakistan & Turki.

Khat ini biasanya sering ditemukan dalam media seperti majalah, buku, surat kabar & judul-judul bab.

Ciri khas kaligrafi khat farisi yakni memiliki bentuk tulisannya yang miring ke bawah dari kanan ke kiri.

Baca Juga Artikel: 

Cara Mudah Membuat Kaligrafi Arab yang Bagus

1. Buatlah Garis Sketsa & Penempatan Huruf

Langkah awal bila ingin mudah dalam membuat kaligrafi, buatlah garis bayang yang menjadi patokan dalam penulisan kaligrafi. Awalnya mungkin hanya sebagai latihan, namun bila telah terbiasa maka garis-garis bayang tadi telah tergambar dalam pikiran kamu.

2. Peganglah Alat Tulis dengan Posisi yang Nyaman

Untuk memperoleh hasil yang bagus, kamu harus memposisikan tangan dengan alat tulis dalam posisi yang nyaman saat menulis. Pertama-tama mungkin bingung dan berganti-ganti posisi menulis. Pada akhirnya kamu akan menemukan cara menulis yang benar-benar nyaman.

3. Membuat Contoh Sketsa Kaligrafi yang Akan Dibuat

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kamu harus mempunyai contoh dari setiap huruf-huruf yang akan ditulis. Hal ini akan meminimalisir kesalahan dalam penulisan. Jangan menulis terlalu lambat, karena akan mengakibatkan banyak tinta yang keluar dan membuat kertas menjadi terlihat basah.

Tunggu tinta mengering terlebih dahulu sebelum kamu memegang tulisan yang sudah jadi. Upayakan agar tumit dari tangan tidak menyentuh kertas yang bisa menyebabkan tulisan yang telah tertulis menjadi tercoreng.

4. Gunakan Tekanan untuk Mengendalikan Lebar Garis

Panjang & lebar dari tulisan kaligrafi harus sesuai dengan kaidahnya dan jangan sembarang dalam menulis.

Dengan mengendalikan sudut alat tulis dengan metode tekanan nantinya akan mendapatkan hasil yang baik dan benar. Menggunakan mata pena yang berbeda akan membantu sekali dalam membuat ketebalan garis yang berbeda.

5. Gunakan Urutan Gerakan yang Benar

Penggunaan kaidah yang benar akan membuat kaligrafi arab yang bagus. Pada setiap huruf mempunyai gerakan tersendiri dalam penulisannya dan pada dasarnya hampir semuanya berbeda.

Urutan coretan yang sembarangan akan sangat berpengaruh pada hasil dari karya seni kaligrafi yang dibuat. Lihatlah kembali buku contoh kaligrafi supaya meminimalisir kesalahan.

6. Biasakan Melatih Tulisan

Dengan berlatih secara rutin dan teratur maka nantinya akan menghasilkan sebuah karya kaligrafi yang bagus juga. Cara ini merupakan cara belajar efektif agar mudah dan cepat menguasai penulisan dalam membuat kaligrafi yang kalian inginkan.

7. Jiplak Karya Orang Lain

Jika masih dalam masa awal belajar, tidak ada salahnya kamu untuk menjiplak/mencontoh hasil karya seni kaligrafi milik orang lain.

Jika sudah menguasai penulisan dalam kaligrafi dengan baik, maka cobalah untuk berkarya supaya hasil karyamu juga bisa bermanfaat untuk banyak orang.

8. Gunakan Kertas yang Tebal dan Terbaik

Untuk menambah bagus hasil dari penulisan kaligrafi, gunakan kertas terbaik dan tebal agar bisa membuat sebuah maha karya kaligrafi arab yang luar biasa.

Contoh Seni Kaligrafi

Gambar Seni Kaligrafi 1
Gambar Seni Kaligrafi 1
Gambar Seni Kaligrafi 2
Gambar Seni Kaligrafi 2
Gambar Seni Kaligrafi 3
Gambar Seni Kaligrafi 3
Gambar Seni Kaligrafi 4
Gambar Seni Kaligrafi 4
Gambar Seni Kaligrafi 5
Gambar Seni Kaligrafi 5

Contoh Gambar Kaligrafi 3D

Seni Kaligrafi 3D 1
Seni Kaligrafi 3D 1
Seni Kaligrafi 3D 2
Seni Kaligrafi 3D 2
Seni Kaligrafi 3D 3
Seni Kaligrafi 3D 3
Seni Kaligrafi 3D 4
Seni Kaligrafi 3D 4
Seni Kaligrafi 3D 5
Seni Kaligrafi 3D 5

Akhir Kata

Seni kaligrafi merupakan seni sebuah karya seni rupa yang sudah di modifikasi dengan sedemikian rupa dan lebih menekankan nilai keindahan (estetika).

Jadi, kaligrafi ini biasanya digunakan untuk hiasan dinding rumah dan masjid-masjid. Kita juga bisa membuat kaligrafi dengan kreatifitas yang kita miliki dan kemampuan tangan kita dengan cara yang sudah dijelaskan diatas.

Demikianlah artikel mengenai seni kaligrafi yang bisa dijadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan kita semua. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like