Teknik Cetak

Teknik Cetak

Dalam membuat seni rupa, pastinya kita sudah sering mendengar salah satu teknik yang familiar, yaitu teknik cetak. Seperti namanya, teknik ini merupakan jenis teknik yang menggunakan bantuan benda yang sudah dibuat sedemikian rupa.

Teknik ini menggunakan cetakan yang sudah dibuat sebelumnya, kemudian dimasukkan bahan dasar dan ditunggu hingga kering baru tercipta sebuah seni yang pastinya indah.

Nah untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini kita akan membahas mengenai teknik cetak. Agar tidak penasaran, yuk simak artikelnya sampai habis!

Apa Itu Teknik Cetak ?

Seperti yang sudah disampaikan diatas, teknik cetak merupakan salah satu teknik seni rupa yang mempunyai nilai tinggi dalam seni grafis. Teknik ini menjadi media ekspresi dan visualisasi atas gagasan yang mempunyai nilai nilai seni yang sangat indah.

Pengertian dasarnya, teknik mencetak ini mempunyai arti sederhana yaitu suatu teknik untuk menggandakan sebuah karya seni dengan jumlah tertentu, baik dalam jumlah banyak atau juga dengan edisi yang terbatas.

Teknik cetak ini biasanya memanfaatkan media seperti plat logam, kasa, karet lino dan juga kayu yang pada umumnya dicetak dengan media kertas dan kain.

√ 8 Macam Teknik Cetak yang Perlu Diketahui

Dalam penerapannya, teknik cetak dibagi lagi menjadi beberapa macam. Berikut ini diantaranya :

1. Cetak Saring

Teknik mencetak yang satu ini biasa dikenal dengan sebutan sablon maupun silkscreen. Cetak saring adalah teknik seni cetak secara sederhana dari cetak offset atau cetak datar.

Teknik ini sering digunakan untuk mencetak pada bagian permukaan yang tidak teratur seperti gelas, botol, tas, baju dan lainnya.

Pada teknik cetak saring konvensional, desain cetakan dibentuk dengan cara menyinari emulsi dengan letak film positif di bagian atas dari screen menggunakan sinar matahari.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman kini sudah ada teknologi penyinaran yang lebih efektif dan hemat waktu yaitu dengan menggunakan mesin vacuum exposure yakni penyinaran dengan cahaya ultraviolet.


Baca Juga: Teknik Membuat Patung


2. Cetak Tinggi

Selanjutnya cetak tinggi, yaitu teknik seni cetak grafis yang dianggap paling sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Material yang digunakan juga bisa berupa bahan seperti kayu, mdf ataupun karet lino (linoleum) dan dengan alat cukil khusus yang mudah kita dapatkan di toko seni grafis.

Acuan cetak diperoleh dari menoreh desain di atas media yang ada, kemudian diberi tinta cetak di bagian atasnya menggunakan roll grafis lalu dicetak diatas media kertas.

Teknik cetak tinggi ini memakai prinsip kerja negative, yakni hasil desain akan terbalik dari hasil cetaknya. Saat ini cetak tinggi juga sudah mudah dan meluas pemakaiannya tidak hanya terbatas dengan media kertas, namun sudah merambah pada media lain seperti totebag dan juga baju.

3. Cetak Datar / Offset Lithography

Teknik Cetak Offset merupakan teknik yang menggunakan bahan plat datar, sehingga pada bagian di antara posisi gambar dan bagian bukan gambar menjadi sama tinggi.

Bagian gambar pada plat yang tidak dilapisi dengan emulsi, pada saat dicetak akan menarik tinta, dan pada bagian bukan gambar akan menolak tinta.

Offset ini digunakan dalam mencetak untuk skala atau kuantitas yang besar. Di antara semua teknik cetak, teknik cetak offset ini dapat dikatakan menjadi teknik yang paling ekonomis, kualitas tinggi serta mempunyai konsistensi yang baik dalam mencetak skala besar.

4. Cetak Dalam

Teknik cetak dalam ini sangat berbeda dengan cetak tinggi, dimana tinta yang dicetak merupakan bagian permukaan sebuah desain. Pada cetak dalam, tinta yang tercetak merupakan tinta yang masuk ke tolehan pada bagian dalam material yang digunakan.

Material cetak dalam juga beraneka ragam seperti logam tembaga, seng dan juga akrilik. Teknik cetak dalam juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis antara lain engraving, Mezzotint, Etching dan drypoint. Setiap teknik mempunyai teknik pengerjaan dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.


Baca Juga: Teknik Blok


5. Teknik Engraving

Teknik engraving merupakan teknik yang dibilang cukup rumit, dengan menggunakan media logam yang ditoreh kemudian diberikan tinta kedalam torehan lalu tinta pada bagian permukaan dihilangkan sehingga tersisa tinta yang ada pada bagian dalam yang nantinya akan dicetak dengan kertas.

6. Teknik Etching

Teknik Etching merupakan teknik cetak yang menggunakan media tembaga yang sudah di lapisi dengan media seperti lilin, kemudian ditoreh dengan menggunakan alat khusus seperti jarum etsa sebagai alat untuk menoreh tembaga.

Lalu tembaga tersebut akan dicelupkan dengan asam nitrat yang mempunyai sifat korosif terhadap tembaga yang tidak dilapisi dengan lilin.

7. Teknik Mezzotint

Teknik Mezzotint merupakan teknik cetak yang menggunakan media seperti plat logam, dimana permukaan media seperti logam ini akan dibuat kasar merata serta didesain sedemikian rupa.

8. Teknik Drypoint

Sebenarnya teknik drypoint ini hampir mirip dengan teknik engraving.  Dimana pengertian teknik drypoint ialah menoreh media seperti tembaga, akrilik atau logam sehingga akan terjadi kerusakan pada permukaan media yang dapat menghasilkan suatu visual seni.

Teknik cetak drypoint yakni dengan melapisi plat menggunakan tinta lalu tinta dibersihkan pada bagian permukaan dengan menyisakan tinta di bagian dalam.

Kemudian dicetak diatas kertas yang sebelumnya sudah dibasahi lalu dicetak dengan mesin press, dimana permukaan kertas akan menyerap tinta yang ada pada lapisan dalam cetakan. Teknik cetak drypoint ini mempunyai kelebihan yakni bisa membuat gambar yang sangat detail.


Baca Juga: Teknik Menggambar


Teknik cetak ini merupakan jenis teknik yang diatur tingkat kesulitannya sesuai dengan jenisnya. Maksudnya, tidak semua jenis teknik cetak itu mudah dan juga tidak semua jenis teknik cetak itu sulit.

Hanya saja bagaimana dan seberapa paham kamu memahami mengenai teknik cetak tersebut. Kalau kamu punya masukan dan saran tambahkan di kolom komentar ya. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *