Alat Musik Jawa Tengah

Mengenal seni dan budaya Indonesia tentu banyak sekali. Hal ini dikarenakan Indonesia kaya akan ragam seni & budaya, bahkan dari Sabang hingga Merauke. Akan tetapi, kita sebagai warga Indonesia perlu mengenal macam ragam budaya Indonesia.

Tujuannya sendiri untuk melestarikan kebudayaan Indonesia agar terus menjadi objek pembicaraan dunia. Nah, yang kita bahas kali ini adalah provinsi Jawa Tengah.

Alasan memilih provinsi Jawa Tengah karena menjadi salah satu kelompok masyarakat di Indonesia yang cukup produktif di bidang kesenian dan kebudayaan hingga saat ini. Salah satu yang sampai saat ini masih dilestarikan yaitu alat musik tradisionalnya.

Nah, untuk yang belum tahu atau mengenal alat musik tradisional dari Jawa Tengah, langsung saja berikut ini 12 alat musik tradisional asal Jawa Tengah terpopuler.

Alat Musik Tradisional dari Jawa Tengah beserta Gambarnya

Berikut ini merupakan beberapa alat musik Jawa Tengah yang bisa dijadikan sebagai referensi Anda, diantaranya:

1. Kendang

Kendang merupakan salah satu alat musik yang berasal dari Jawa Tengah yang dimainkannya dengan menggunakan tangan, tanpa perlu alat bantu.

Alat musik ini sendiri sangat beragam diantaranya, ada kendang yang berbentuk kecil adalah ketipung, ada kendang yang bentuknya menengah adalah kebar sedangkan kendang yang besar adalah kendang kalih.

Sebetulnya, alat musik kendang ini lebih populer di Jawa Barat dikarenakan sejarah kendang ini dimulai dari suku Sunda.

2. Bonang

Bonang merupakan alat musik yang memiliki instrumen melodi yang terkemuka di Degung Gamelan Sunda. Untuk memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul /ditabuh pada bagian atasnya.

Di bagian atas bonang sendiri terdapat bentuk yang menonjol yang disebut dengan pencu (pencon). Sedangkan untuk memukul bonang sendiri ada dua alat pemukulnya yang digunakan secara khusus. Alat pemukul ini disebut dengan bindi.

3. Saron

Saron merupakan salah satu alat musik yang masuk ke dalam instrumen gamelan, dan termasuk keluarga Balungan. Nama lain alat musik ini yaitu ricik. 

Dalam satu set gamelan sendiri terdapat 4 buah saron yang semuanya dalam versi Pelog & Slendro. Bahan dasar untuk membuat Tabuh Saron ialah kayu berbentuk seperti palu.

4. Demung

Demung merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Tengah yang termasuk ke dalam alat musik Balungan. Dalam satu set Gamelan sendiri memiliki dua Demung yang mempunyai versi Pelog dan Slendro. Alat musik ini akan mengeluarkan nada oktaf terendah dalam keluarga balungan.

Demung sendiri memiliki wilayah yang relatif lebih tipis namun lebih lebar daripada wilayah saron, sehingga nadanya juga lebih rendah. Untuk memainkan alat ini yaitu dengan cara menabuh sesuai nada, nada yang imbal, ataupun menabuh bergantian antara demung 1 & demung 2.

5. Kenong

Kenong merupakan salah satu alat musik yang masih masuk dalam Gamelan Jawa. Untuk memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul oleh satu alat bantu. Kenong juga merupakan pengisi Akor atau Harmoni dalam permainan Gamelan.

Kegunaan alat musik ini yakni sebagai penentu batas-batas gatra ataupun menegaskan irama. Alat musik ini masuk ke dalam alat musik yang berpacu dengan alat pemukul kayu yang dililitkan dengan kain.

6. Slenthem

Slenthem merupakan alat musik tradisional Jawa Tengah yang dapat mengeluarkan suara dengungan rendah atau disebut dengan gema. 

Slenthem sendiri menjadi salah satu instrumen gamelan yang terdiri dari lembaran lebar logam tipis yang di untai tali dengan direntangkan di atas tabung-tabung.

7. Gong

Gong merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Tengah yang juga tidak kalah populernya dari alat musik lainnya.Gong sendiri dibuat dari leburan logam dan bentuknya seperti perunggu ataupun tembaga dengan permukaannya  yang bundar.

Alat musik ini bisa dilengkapi dengan ataupun tanpa Pencu. Gong yang telah ditempa sebelumnya belum bisa ditentukan suara nadanya. Nada yang dikeluarkan gong baru akan terbentuk setelah dibersihkan.

8. Siter

Siter merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Tengah yang memiliki panjang kurang lebih 30 cm. Siter sendiri mempunyai masing-masing 11 – 13 pasang senar, yang bila direntangkan kedua sisinya terdapat kotak resonator.

Pada satu senar di jadikan nada Pelog dan senar lainnya di setel nada Slendro. Yang unik dari siter ini adalah saat dimainkan alat musik ini harus dimasukkan dalam sebuah kotak.

9. Kempul

Kempul merupakan alat musik tradisional yang memiliki instrumen yang keras. Selain alat musik Kempul ada juga alat musik lainnya seperti bonang barung, gong, bonang penerus, kenong, demung, saron, kethuk, kempyang, & saron peking. 

Kombinasi dari instrumen keras alat musik tradisional sendiri terdiri dari gender barung, siter, slenthem, gender penerus, rebab, gambang, suling & kendang.

10. Gambang

Gambang merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Tengah yang terdiri atas 18 bilah bambu. Untuk memainkan gambang yaitu dengan cara dipukul. 

Dilihat dari beberapa sumber yang ditemukan, Gambang dapat digunakan dalam beberapa kesenian gambang kromong.

11. Suling

Suling merupakan salah satu alat musik tradisional yang sudah populer keberadaannya sampai saat ini. Hampir seluruh masyarakat mengetahui alat musik ini karena kepopulerannya. Suling juga merupakan alat musik dari keluarga alat musik dengan cara tiup kayu ataupun terbuat dari bambu.

Suara suling  sangat lembut serta mampu dikombinasikan dengan alat musik lainnya dengan baik. Sedangkan pada suling modern kebanyakan tidak terbuat dari bambu, namun dari tembaga & logam.

12. Gender

Gender merupakan alat musik tradisional Jawa Tengah yang dibuat dari logam (metalofon) dan menjadi bagian dari gamelan Jawa dan Bali. Gender sendiri memiliki 10-14 bilah logam (kuningan) bernada.

Nada yang dihasilkan pun berbeda-beda, tergantung pada tangga nada yang dipakai. Pada gamelan Jawa ada 3 gender yakni slendro, pelog pathet nem & lima, dan juga pelog pathet barang.

Sejarah Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

Berbicara tentang sejarah alat musik tradisional Jawa Tengah, dengan  didahului oleh keberadaan Gamelan. Ketika kebudayaan Hindu-Buddha  mendahului Indonesia adalah awal mula masuknya alat musik. Instrumen musik ini berkembang menjadi bentuk yang saat ini.

Berbeda dengan adanya pengaruh India Barat dalam bentuk seni,  pengaruh di India hanya dalam musik gamelan dengan gaya Jawa bernyanyi. Dalam mitologi Jawa sendiri , gamelan dibuat oleh seorang guru yang bernama Sang Hyang di zaman Saka yaitu dewa yang memerintah sebagai raja dari seluruh Jawa.

Asalnya berasal dari sebuah pegunungan Maendra tepatnya di Medang Kamulan yang kini disebut dengan Gunung Lawu. Dia memerlukan sinyal untuk mampu memanggil dewa-dewa , kemudian ia pun menciptakan lah sebuah gong.  Untuk bisa tersampaikan pesannya, ia menemukan dua buah Gong yang lainnya, sehingga membentuk satu set gamelan yang asli.

Selain itu, gambar sebuah ansambel musik yang lainnya juga ditemukan pada abad ke-8 di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Alat musik yang ditemukan diantaranya ada seruling bambu, lonceng, drum berbagai ukuran, gambus dll.

Namun tidak ada metalofon & xylophone. Dengan begitu, instrumen ansambel musik ini disarankan untuk menjadi bentuk gamelan. Di Jawa  ansambel ini lebih dikenal dengan alat musik tertua. Ternyata pada abad ke -12 ditemukan Munggang & Kodok Ngorek gamelan.

Ini membentuk dasar sebuah “gaya keras”.  Berbeda dengan “gaya lembut” yang telah dikembangkan dari tradisi dan juga hubungan tradisi bernyanyi puisi Jawa.  Pada abad ke-17, gaya campuran yaitu gaya keras dan lembut mulailah muncul di sebagian besar gamelan dari daerah Bali, Jawa & Sunda.


Demikianlah pembahasan artikel tentang alat musik tradisional Jawa Tengah yang bisa dijadikan sebagai referensi Anda. Semoga dengan adanya pengetahuan ini kita semakin menjaga dan mampu melestarikan alat musik di seluruh daerah khususnya di Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *