Aliran Seni Lukis

Aliran seni lukis– Lukisan merupakan salah satu karya sejarah yang sudah ada sejak jaman purbakala. Pada jaman itu, mereka menggunakan dinding sebagai media lukisannya. Dalam lukisan tersebut menggambarkan tentang kejadian-kejadian yang mereka alami saat itu. Lukisan ini biasanya dapat ditemukan di goa-goa.

Seni lukis sendiri memiliki berbagai macam jenis aliran. Dan lukisan yang kita biasa dilihat ternyata memiliki macam aliran-aliran nya tersendiri. Maka dari itu, dengan kita mengetahui aliran seni lukis maka kita bisa mengidentifikasi lukisan tersebut.

Namun, sebelum mempelajari aliran seni lukis lebih jauh, ada baiknya kita memahami pengertian seni lukis berikut ini.

Pengertian Seni Lukis

Seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa yang direalisasikan melalui karya dua dimensi dan menggunakan media kanvas atau permukaan datar lain yang diisi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna melalui cat atau pewarna dan pembumbuh gambar lainnya.

Lukisan yang dihasilkan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan. Dapat juga menambahkan gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam atau berisi ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi dengan bentuk non representatif (tidak menyerupai apapun).

Pengertian Aliran Seni Lukis

Aliran seni lukis merupakan gaya genre atau paham khas yang diikuti oleh individu ataupun kelompok tertentu dalam menciptakan karya seni lukis. Aliran yang dimaksud ini bisa berupa gagasan pokok yang diciptakan oleh seseorang atau mengalir dengan alami (muncul sendiri dalam perkembangan seni lukis).

Beberapa aliran biasanya saling berkomunikasi satu sama lain. Bisa di analogi kan seperti ini, aliran B muncul karena merasa aliran A sudah tidak relevan lagi dengan keadaan zaman, atau terlalu memojokan kaum tertentu, Aliran C muncul karena merasa keduanya sempurna bila digabungkan.

20 Jenis Aliran Seni Lukis

Berikut ini macam-macam dari aliran seni lukis.

1. Aliran Surealisme

Aliran Surealisme merupakan aliran yang dekat sekali hubungannya dengan dunia fantasi, dalam aliran ini seakan-akan kita melukis dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme biasanya memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis atau seperti khayalan.

Ciri – Ciri aliran surealisme :

  • Penuh dengan khayalan dan fantasi.
  • Lukisan aneh dan asing.

Tokoh aliran surealisme :

  • Sudiardjo
  • Amang Rahman
  • Andre Masson
  • Joan Miro
  • Salvador Dali

2. Aliran Kubisme

Aliran Kubisme merupakan aliran seni lukis yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, kubus, segi empat, silinder, lingkaran, bola, kerucut dan kotak-kotak.

Ciri – Ciri aliran Kubisme :

  • Memiliki bentuk geometris
  • Memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif.

Tokoh aliran Kubisme :

  • Gezanne
  • Pablo Picasso
  • Fernand Leger
  • Robert Delaunay
  • Metzinger
  • Braque

3. Aliran Romantisme

Aliran Romantisme merupakan aliran seni lukis yang berusaha untuk menampilkan suatu lukisan dengan indah dan fantastis.

Pada aliran Romantisme ini, lebih melukiskan tentang suatu hal yang bersifat romantis, seperti adanya sebuah tragedi, sejarah ataupun pemandangan alam dan menampilkan sebuah lukisan yang menakjubkan.

Ciri – Ciri aliran Romantisme :

  • Kedahsyatan melebihi kenyataan
  • Penuh gerak dan dinamis.
  • Lukisan memiliki cerita yang emosional dan dahsyat.
  • Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
  • Pengaturan komposisi dinamis.
  • Warna bersifat kontras dan meriah.

Tokoh aliran Romantisme :

  • Raden Saleh
  • Eugene Delacroix
  • Theodore Gericault
  • Jean Baptiste.

4. Aliran Ekspresionisme

Aliran Ekspresionisme merupakan salah satu aliran yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk menciptakan emosi ataupun untuk menyatakan sensasi dari dalam, baik itu objeknya maupun senimannya.

Ciri – Ciri aliran Ekspresionisme :

  • Lebih banyak mengungkapkan jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia seseorang
  • Ungkapan isi hati seseorang.
  • Pemilihan Warna diutamakan
  • Imajinasi seseorang

Tokoh aliran Ekspresionisme :

  • Affandi
  • Zaini
  • Popo Iskandar
  • Vincent Van Gogh
  • Paul Gaugiuin
  • Ernast Ludwig

5. Aliran Impresionisme

Aliran Impresionisme merupakan salah satu aliran seni lukis yang berusaha untuk memperlihatkan kesan yang ditangkap objek. Aliran ini biasanya memiliki gambar yang tidak mendetail atau sedikit blur.

Ciri – Ciri aliran Impresionisme :

  • Goresan pada kuas pendek dan tebal dengan gaya seperti sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek dibandingkan detailnya
  • Mampu meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari sebuah objek yang nantinya diterapkan didalam lukisan.
  • Lukisan yang dibuat di luar ruangan
  • Jangan menunggu cat sampai kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.
  • Bayangan dibuat dengan menggabungkan warna komplementer (catatan: warna hitam tidak digunakan sebagai bayangan).
  • Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.
  • Warna didapat dengan sedikit mungkin untuk pencampuran pigmen cat yang dipakai. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina.

Tokoh aliran Impresionisme :

  • Claude Monet
  • Aguste Renoir
  • Casmile Pissaro
  • Sisley
  • Edward Degas
  • Mary Cassat

6. Aliran Pointilisme

Pointilisme merupakan salah satu aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek dengan menggunakan titik-titik.

Ciri – Ciri aliran Pointilisme :

  • Objek yang dilukis akan terlihat jelas dari kejauhan, dan agak baur jika dinikmati dari dekat.
  • Titik yang digunakan terdiri dari berbagai macam variasi, baik besar-kecil, tebal-tipis, maupun berwarna-hitam putih.

Tokoh aliran Pointilisme :

  • Rijaman
  • Keo Budi Harijanto.
  • Seurat’s La Parade
  • Vincent van Gogh.

7. Aliran Fauvisme

Aliran Fauvisme merupakan aliran seni lukis yang memberikan kebebasan seseorang berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.

Ciri – Ciri aliran Fauvisme :

  • Seni lukisannya yaitu warna-warna yang liar dan kontras.
  • Warna-warna yang digunakan jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna aslinya
  • Penggunaan garis dalam fauvisme lebih disederhanakan sehingga penikmat lukisan dapat mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.

Tokoh aliran Fauvisme :

  • Henry Matisse
  • Andre Dirrain
  • Maurice de Vlamink
  • Rauol Dufi
  • Kess Van Dongen.

8. Aliran Realisme

Aliran Realisme merupakan aliran yang menampilkan karya lukisan dengan apa adanya sebagaimana yang ada dalam kehidupan sehari – hari dan berusaha agar lukisan ini terlihat seperti aslinya tanpa ada tambahan lain.

Ciri – Ciri aliran Realisme :

  • Kebanyakan menampilkan tentang kehidupan sehari – hari.
  • Lukisan apa adanya.
  • Lukisan akan terlihat menyatu antara objek satu dengan objek lainnya.

Tokoh aliran Realisme :

  • Gustove Corbert
  • Fransisco de Goya
  • Honore Umier

9. Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme merupakan aliran yang hanya menampilkan suatu objek lukisan secara alami. Aliran naturalisme ini hampir sama dengan realisme, bedanya naturalisme hanya memiliki suatu tambahan agar menjadi lebih indah.

Ciri – Ciri aliran Naturalisme :

  • Kebanyakan bertemakan tentang alam
  • Memiliki teknik gradasi warna
  • Terdapat susunan perbandingan yakni perspektif, tekstur, perwarnaan serta gelap terang yang dikerjakan dengan sangat teliti.

Tokoh aliran Naturalisme :

  • Raden Saleh
  • Abdullah Sudrio Subroto
  • Basuki Abdullah
  • Gambir Anom
  • Trubus

10. Aliran Abstraksionisme

Aliran Abstraksionisme merupakan salah satu aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional.

Aliran ini biasa dikenal sebagai aliran seni lukis yang menghindari peniruan objek secara mentah dan memberikan sensasi keberadaan objek dan menggantikan unsur bentuk dan porsinya. Aliran ini terbagi menjadi 2 yaitu non-figuratif dan abstrak kubistis.

Ciri – Ciri aliran Abstraksionisme :

  • Pada aliran ini menampilkan unsur-unsur seni lukis yang disusun tidak terbatas dalam bentuk-bentuk yang ada di alam.
  • Bentuk, Garis, dan Warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.

Tokoh aliran Abstraksionisme :

  • Clyfford Stll
  • Adolf Got Lieb
  • Mark Rothko
  • Robert Montherwell
  • Bornet Newman

11. Aliran Futurisme

Aliran Futurisme merupakan salah satu aliran seni lukis yang menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak.

Aliran ini juga merupakan sebuah objek digambarkan beberapa kali secara perspektif, secara sama. Dalam aliran ini  lebih menekankan pada keindahan gerak, garis, visual dan warna sebagai seni lukis anti-kubisme yang statis.

Ciri – Ciri aliran Futurisme :

  • Karya seni menangkap unsur gerak dan kecepatan
  • Selalu memperhatikan tentang kedisiplinan, kedinamisan dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan serta kesamaan waktu.
  • Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  • Memanfaatkan prinsip aneka tampak (multiple viewpoints)

Tokoh aliran Futurisme :

  • Carlo Carrà,
  • Umberto Boccioni
  • Giacomo Balla
  • Sculptor

12. Aliran Klasikisme

Aliran Klasikisme merupakan aliran seni lukis yang hanya menampilkan gambar secara klasik dan memiliki karakter dan ciri tersendiri.

Aliran Klasikisme banyak ditemukan di nusantara maupun di mancanegara. Aliran ini biasanya berpacu pada jaman kerajaan Romawi dan Yunani.

Ciri – Ciri aliran Klasikisme :

  • Berisi cerita lingkungan istana.
  • Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
  • Objek yang dilukis dalam wujud hiperbolis.
  • Menggunakan batasan-batasan warna yang bersih dan statis.
  • Raut muka tenang dan berkesan agung.
  • Bentuk selalu seimbang dan harmonis

Tokoh aliran Klasikisme :

  • Bartholome Vignon
  • Jaques Lovis David
  • Jan Ingles

13. Aliran Kontruktivisme

Kontruktivisme merupakan aliran seni lukis yang lebih menekankan pada penggambaran sisi seni sebuah bangunan.

Ciri – Ciri aliran Konstruktivisme :

  • Pada objek utama yang dilukis yaitu bangunan dan latar yang ada di sekitar bangunan dari satu sudut lukis.
  • Objek bisa berupa bangunan kuno, klasik, modern atau bangunan apa pun.

Tokoh aliran Konstruktivisme :

  • Sprinka
  • Jim Nyoman Nuarta
  • Supankat
  • Laszlo Moholy-nagy
  • Victor Pasmore
  • Liubov Popova
  • Naum Gabo.

14. Aliran Dadaisme

Aliran Dadaisme merupakan salah satu aliran yang menampilkan karya artistik dari bentuk yang seram, magic, mengerikan dan kekanak-kanakan yang terkadang mengesankan.

Ciri – Ciri aliran Dadaisme :

  • Seni yang tidak ada ilusi
  • Menggunakan warna dominan seperti, warna hitam, merah putih hijau dengan pewarnaan primer, tajam dan kontras

Tokoh aliran Dadaisme :

  • Roull Haussmann
  • Duchamp
  • Hans Arp

15. Aliran Pop Art

Pop Art merupakan aliran seni lukis yang melawan kebosanan dan kejenuhan pada seni lukis tanpa objek (sasaran).

Ciri – Ciri aliran Pop Art:

  • Karya yang dihasilkan pada aliran ini sebagian besar berupa seni lukis karikatur yang memuat sindiran, kritik atau humor.
  • Objek biasanya berupa manusia yang digambarkan dalam perspektif/cara pandang lain.

Tokoh aliran Pop Art:

  • Ris Purnomo
  • Nyoman Nuarta.
  • George Segal
  • Tom Wasselman
  • Yoseph Benys

16. Aliran Optik

Optik merupakan salah satu aliran seni lukis yang dapat menggambarkan sebuah objek manipulasi visual yang bisa menipu mata.

Ciri – Ciri aliran Optik :

  • Objek yang dilukis hanya berupa bidang, garis, atau objek yang berwarna hitam putih.
  • Gambar berupa bentuk sederhana dan tidak memiliki detail yang rumit.

Tokoh aliran Optik :

  • Agus Djaja.
  • Bridget Louise Riley
  • Walter Gropius.

17. Aliran Primitif

Primitif merupakan salah satu aliran seni lukis yang dapat menggambarkan sebuah objek berdasarkan gaya penggambaran primitif pada dinding goa.

Ciri – Ciri aliran Primitif :

  • Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan dan manusia dalam bentuk garis sederhana.
  • Detail objek tidak ditonjolkan, hanya pada penggambaran minimalis berupa garis dan aksen sederhana.

Tokoh aliran Primitif :

  • S. Sudjojono.
  • Ricardo Ponce.

18. Aliran Pittura Metafisica

Pittura metafisica merupakan salah satu aliran seni lukis yang dapat menggambarkan sebuah objek dengan sentuhan metafisika. Aliran ini juga merupakan penentang aliran kubisme dan futuristik.

Ciri – Caliran Pittura Metafisica :

  • Pada aliran ini, objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisika.
  • Objek biasanya berupa manusia yang sedang melakukan aktivitas dengan benda dan latar di belakangnya.

Tokoh aliran Pittura Metafisica :

  • Giorgio de Chirico
  • Carlo Carra.

19. Aliran Kontemporer / Posmo / Post Modern

Kontemporer merupakan aliran seni lukis yang tidak terikat oleh pakem dan berkembang sesuai zamannya.

Ciri – Ciri aliran Kontemporer :

  • Penggambaran sebuah objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik.
  • Objek yang dilukiskan adalah objek yang dinamis, bebas, ekspresif dan mencolok.

Tokoh aliran Kontemporer :

  • Frank Auerbach
  • Ida Applebroog
  • Richard Artschwager.

20. Aliran Gotik

Gotik merupakan salah satu aliran seni lukis yang dapat menggambarkan sebuah objek dengan garis tebal dan bentuk ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan warna.

Ciri – Ciri aliran Gotik :

  • Objek yang dilukis biasanya yaitu tokoh suci, kesatria, raja dan ratu.
  • Lukisan seperti ini biasanya banyak ditemukan di kerajaan-kerajaan, rumah ibadah dan juga kastil.

Tokoh aliran Gotik :

  • Albert Durer
  • Jan Van Eyck
  • Mathias Grunnewald
  • Pieter Droughel.

Akhir Kata

Seni lukis merupakan salah satu karya yang dibuat oleh manusia dan sampai saat ini seni lukis mengalami perkembangan. Dalam seni lukis juga terdapat jenis/aliran yang harus diketahui. Dengan mengetahui aliran-aliran seni lukis maka akan semakin mudah untuk mengidentifikasi jenis lukisan tersebut.

Demikianlah artikel tentang aliran seni lukis yang bisa digunakan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan bisa bermanfaat untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *