Menko Teten berharap dapat mempercepat realisasi pembelian barang dan jasa


Jakarta (Antara) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki berharap implementasi bisa terlaksana. pencocokan bisnis Tahap kedua (rapat kerja) dapat mempercepat realisasi pembelian barang dan jasa, karena saat ini rencana umum pembelian produk dalam negeri (PDN) telah mencapai Rp 483,2 triliun, namun realisasinya baru mencapai Rp 96,2 triliun.

“Jadi bukan sekedar komitmen, tapi yang kita butuhkan sekarang adalah eksekusi kontrak,” ujarnya di Jakarta Convention Center saat puncak acara Business Matching Tahap Dua, Jakarta, Senin.

Pada pameran tahap kedua, serta dalam temu bisnis yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, berbagai produk dihadirkan mulai dari alat kesehatan, alat pertanian, alat berat, jasa teknis, teknologi informasi dan produk ekonomi kreatif. .

Adanya diversifikasi produk tersebut bertujuan untuk menunjukkan kepada pemerintah dan swasta bahwa UMKM dan koperasi mampu menyediakan produk teknologi yang berkualitas.

“Kepercayaan pemerintah dan BUMN terhadap produk dalam negeri akan mendorong kepercayaan dunia usaha yang potensi permintaannya jauh lebih tinggi. Banyak permintaan dari swasta untuk produsen yang mengikuti pameran tematik ini,” kata Tetten.

Target selanjutnya, kata dia, memastikan satu juta produk UKM masuk ke pasar.di dalam pesawatE-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP).

Kebijakan ini didukung oleh program-program termasuk bantuan sumber daya manusia, dukungan keuangan, sertifikasi, dan kemitraan untuk mendukung ekosistem yang memungkinkan bagi UMKM.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berharap seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM untuk mengenalkan e-catalog sektoral dan lokal minimal 1.000 pelaku di setiap daerah/kota sesuai kebutuhan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Usaha Kecil Kementerian Koperasi, Hanong Harimba menyampaikan, acara hari ini hingga 26 April 2022 meliputi pameran 100 produk produk UKM dengan fokus produk alternatif impor inovatif.

Setelah itu akan ada business meeting 10 k/l dan 10 pemerintah daerah dengan RUP barang dan jasa terbesar untuk PDN baik online maupun online.

Selain itu, agenda konsultasi entri e-catalog, konsultasi sektor jasa e-procurement (LPSE), dan konsultasi tingkat komponen daerah (TKDN) juga digelar.

“Pada hari kedua, akan ada diskusi tentang permasalahan implementasi di lapangan, klinik pelatihanKoordinasi usaha mikro, kecil dan menengah, program koperasi dan kelanjutan business matching.

Reporter: M. Baqer Edros Al-Attas
Redaktur: Salamat Hadi Purnomo
Hak Cipta © Antara 2022

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like