Jakarta (Antara) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Thohir meminta seluruh pengelola BUMN mendorong kemajuan Usaha Kecil Menengah (UMK) lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Yang penting kita punya kewajiban bersama…tidak hanya kontrak tapi juga membayarnya, kadang ada masalah. Saya mau komplain soal kontrak, barang sudah dikirim, pembayaran diambil. terlalu lama,” kata Eric dalam “prosedur konfirmasi pembelian dan penggunaan produk” lokal. Bangga Made in Indonesia,” yang dipantau di Jakarta, Senin.
“Hal ini harus kita urus. Dengan hormat saya minta kepada seluruh direksi BUMN yang sudah ditunjuk langsung,” imbuhnya.
Eric mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara bekerjasama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara meluncurkan pasar digital untuk usaha kecil dan menengah pada 17 Agustus 2020 sebagai tindak lanjut keputusan menteri bahwa tender untuk proyek-proyek bernilai kurang dari 400 juta rupiah harus dioperasikan oleh UMKM.
Setelah beroperasi hampir dua tahun, kini ada sebanyak 15.000 UMKM yang tergabung dalam aplikasi pasar digital UMKM dengan nilai transaksi Rp 20 triliun.
Menteri Eric menegaskan, ketika ekonomi global belum stabil seperti sekarang, BUMN sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional harus memastikan pertumbuhan ekonomi yang baik, dan inflasi harus ditekan.
“Saya meminta dan memastikan bahwa seperti yang diinstruksikan oleh presiden, direksi BUMN harus melaksanakan ini semaksimal mungkin. Saya minta maaf atas ketidaksengajaan, soalnya jelas, dan mereka yang tidak patuh bisa melakukannya,” kata Eric.
Wartawan: Sugiharto Purnama
Redaktur: Salamat Hadi Purnomo
Hak Cipta © Antara 2022
