Kerajinan Gerabah

Di Indonesia gerabah merupakan jenis bahan yang paling banyak dimanfaatkan untuk membuat kerajinan, baik untuk difungsikan sebagai benda hias atau juga benda pakai. Beberapa contoh kerajinan gerabah seperti guci, peralatan dapur seperti piring, gelas, dan lain sebagainya.

Kualitas yang dihasilkan oleh para pengrajin gerabah Indonesia juga tidak bisa diremehkan, hasilnya sangat bagus dan tidak kalah keren dengan kerajinan-kerajinan dari bahan lain.

Nah berikut ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan kerajinan gerabah yang wajib untuk kamu ketahui. Yuk Simak!

Jenis Tanah Liat yang Dapat Digunakan

Ada banyak jenis tanah liat yang akan dibuat menjadi gerabah oleh para pematung, seniman, dan pengrajin lainnya. Berikut ini beberapa jenis tanah liat yang harus kamu ketahui :

  1. Oilbased clays atau tanah liat yang sudah dicampur dengan minyak dan lilin. Jenis tanah liat ini tidak bisa dibakar.
  2. Waterbased clays atau tanah liat yang sudah dicampur air. Sifat tanahnya lembut, tidak cepat mengering, dan sangat mudah dibentuk.
  3. Polymer claysatau tanah liat yang sudah dicampur PVC, banyak digunakan untuk kerajinan tangan dan juga seni, serta bagian dari dekoratif.
  4. Ceramic claysatau tanah liat keramik.

Contoh Kerajinan Gerabah

Nah setelah kita bahas beberapa hal yang masih berkaitan dengan kerajinan gerabah, seperti sejarah dan jenis-jenis dari gerabah.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis ragam kerajinan gerabah yang bisa jadi rekomendasi kamu untuk membeli kerajinan gerabah.

Pot Bunga

Pot bunga merupakan salah satu contoh kerajinan gerabah yang paling banyak diminati. Bentuknya yang kecil sangat cocok diletakkan di atas meja sebagai hiasan. Bentuknya pun sangat beragam, dari bentuk pot biasa sampai pot dengan bentuk binatang atau manusia.

Pot bunga juga sangat cocok untuk diletakkan di meja ruang tamu, meja belajar, rak, atau juga di jendela rumah.

Peralatan Dapur

Selain pot bunga, kerajinan gerabah yang paling banyak juga yaitu peralatan dapur, seperti mangkok, gelas, sendok, piring, garpu, dan peralatan dapur lainnya.

Berbeda dengan peralatan dapur yang terbuat dari plastik atau stainless steel, peralatan dapur dari gerabah akan menghasilkan sentuhan unik pada dapur kamu.

Bentuknya yang beraneka ragam membuat kamu bisa mendekorasi dapur atau ruang makan di rumahmu dengan peralatan dapur yang terbuat dari gerabah.

Bukan hanya mempunyai nilai fungsional, kerajinan gerabah seperti ini juga memiliki nilai estetika yang sangat tinggi.

Hiasan Dinding

Mungkin bagi beberapa orang, gerabah atau tanah liat tidak bisa dijadikan sebagai sebuah hiasan dinding yang menampilkan kesan estetik dirumahmu.

Pasti dengan tangan-tangan yang terampil, semua bahan bisa disulap menjadi barang cantik dan unik yang punya nilai seni dan juga nilai jual tinggi.

Guci

Tidak kalah digemari, guci bisa membuat tampilan rumah kamu semakin cantik dan estetik. Bahkan, guci gerabah merupakan salah satu yang kerajinan yang ditampilkan pada acara Indonesia International Furniture Exhibition atau IFEX pada 2019 lalu.

Guci-guci dengan ukuran yang besar sangat cocok diletakkan langsung di lantai. Letaknya juga bisa kamu tentukan sendiri, namun biasanya guci di letakkan di pojok ruangan.

Sedangkan untuk guci dengan ukuran yang lebih kecil, umumnya diletakkan di atas meja sama seperti pot bunga.

Proses Pembuatan Gerabah dari Tanah Liat

Setelah pembahasan diatas yang mengenai sejarah, jenis dan contoh kerajinan gerabah, mungkin kamu penasaran bagaimana cara membuat dan proses pembuatan gerabah dari tanah liat.

Berikut ini cara membuat gerabah dari awal hingga gerabah siap untuk digunakan sebagai dekorasi rumah kamu.

Pengambilan

Bahan ini bisa didapat dengan cara menggali langsung pada tanah yang sudah banyak tersedia di berbagai lokasi.  Tanah liat atau lempung yang baik yaitu yang berwarna merah coklat atau putih kecoklatan.

Jika kamu ingin mencoba membuat kerajinan gerabah sendiri, sudah banyak toko-toko menjual tanah liat yang siap pakai.

Persiapan

Tanah liat yang sudah dikumpulkan dari galian disiram dengan air sampai basah merata, lalu didiamkan sampai satu hingga dua hari. Setelah itu, tanah liat digiling supaya lebih liat dan rekat.

Ada dua teknik penggilingan, yaitu dengan cara manual dan cara mekanis. Pada teknik penggilingan manual dilakukan dengan diinjak-injak sampai menjadi ulet dan halus.

Sedangkan teknik mekanis dengan memanfaatkan mesin giling. Hasil yang baik yaitu yang dihasilkan dengan teknik giling manual.

Pembentukan

Setelah melalui proses penggilingan, maka tanah liat siap untuk dibentuk sesuai dengan keinginan. Beragam bentuk dan desain bisa dihasilkan dari tanah liat.

Seberapa banyak tanah liat dan lama waktu yang dibutuhkan tergantung dari seberapa besar gerabah yang dihasilkan, bentuk dan juga desainnya.

Pengrajin kerajinan tanah liat menggunakan kedua tangannya untuk membentuk tanah liat dan menggunakan kedua kaki untuk memutar alat pemutar atau perbot.

Kesamaan antar gerak kaki dan tangan serta konsentrasi sangat dibutuhkan untuk bisa melakukannya.

Alat-alat yang dipakai dalam tahap ini yaitu alat pemukul, alat pemutar (perbot), batu bulat, air, dan kain kecil.

Penjemuran

Setelah bentuk akhir gerabah sudah dibentuk, maka diteruskan dengan tahap penjemuran. Sebelum dijemur pada terik matahari, gerabah yang telah sedikit mengeras dihaluskan menggunakan air dan kain kecil kemudian dibatik menggunakan batu api.

Setelah itu baru kemudian dijemur sampai benar-benar kering. Lama waktu penjemuran disesuaikan pada cuaca dan panas matahari.

Pembakaran

Setelah kerajinan gerabah sudah keras dan benar-benar kering, kemudian gerabah dikumpulkan pada sebuah tempat atau tungku pembakaran.

Gerabah-gerabah tadi kemudian dibakar sampai beberapa jam hingga gerabah benar-benar keras.

Proses ini dilakukan supaya kerajinan gerabah ini benar-benar keras dan tidak gampang pecah.

Bahan bakar yang dipakai dalam proses pembakaran yaitu jerami kering, daun kelapa kering, atau juga kayu bakar.

Penyempurnaan

Pada proses penyempurnaan, kerajinan gerabah yang telah jadi bisa dicat menggunakan cat khusus atau diglasir sehingga akan terlihat lebih indah dan menarik sehingga mempunyai nilai jual tinggi dan sangat cocok sebagai penghias rumah kamu.

Daerah Penghasilan Kerajinan Gerabah

Hingga saat ini kerajinan gerabah terus berkembang di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di daerah pedesaan.

Teknik pembuatannya juga dapat dikatakan masih sederhana dan tradisional. Tujuan pembuatan kerajinan gerabah yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, yaitu beberapa benda yang unik dan praktis.

Maka dari itu masih banyak masyarakat yang membeli atau sekedar mengoleksi barang-barang antik yang terbuat dari gerabah.

Daerah yang terkenal dengan kerajinan gerabah, seperti di Sitiwangun (Cirebon), Lombok (Nusa Tenggara Barat), Plered (Purwakarta), Banjarnegara (Bandung), Kapal (Bali), Kasongan (Yogyakarta), Klampok (Purwokerto), Mayong (Jepara), Dinoyo (Malang), Jatiwangi (Majalengka), dan Takalar (Sulawesi Selatan).

Sejarah Gerabah

Kerajinan gerabah berasal dari tanah liat yang sudah melalui tahapan-tahapan panjang yang akan kita jelaskan pada artikel ini juga nantinya.

Gerabah diduga pertama kali dikenal yaitu pada masa neolitik (sekitar 10.000 tahun SM) di daerah Eropa dan ada pendapat pula sekitar pada akhir masa paleolitik (sekitar 25.000 tahun SM) di daerah Timur.

Menurut beberapa ahli kebudayaan, gerabah menjadi kebudayaan yang bisa dibilang universal (menyeluruh), artinya gerabah ini ditemukan di mana-mana, hampir di seluruh penjuru dunia.

Perkembangannya atau sampai penemuannya juga muncul secara individual pada setiap daerah tanpa harus saling mempengaruhi.

Atau juga setiap bangsa menemukan sendiri cara membuat gerabah tanpa ada unsur peniruan atas bangsa lain.

Gerabah ini muncul untuk pertama kalinya pada masa suatu bangsa mengalami zaman foodgathering (mengumpulkan makanan).

Pada masa ini masyarakat hidup dengan cara nomaden, yang senantiasa berpindah-pindah dari suatu tempat menuju ke tempat lainnya.

Dengan gaya hidup seperti ini wadah gerabah bisa dipakai secara efektif, karena gerabah merupakan sebuah benda yang ringan dan sangat mudah untuk dibawa kemana-mana.

Selain itu gerabah juga mempunyai sifat benda yang kuat, setidaknya lebih kuat dibandingkan dengan benda yang dibuat dari bahan lain, seperti bambu, kayu atau kulit binatang.

Akhir Kata

Setelah kita bahas dan ulas beberapa hal mengenai kerajinan gerabah diatas, ternyata fungsi gerabah tidak hanya digunakan sebagai benda hias. Kerajinan gerabah juga bisa digunakan sebagai benda pakai.

Macam-macam gerabah dari tanah liat yang sudah dijelaskan diatas mempunyai nilai seni dan juga nilai jual yang tinggi. Kamu bisa memanfaatkannya sebagai hiasan dirumahmu.

Demikian penjelasan artikel ini mengenai kerajinan gerabah, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Source: 

  • https://www.99.co/id/panduan/tanah-liat-kerajinan-gerabah-cantik-untuk-dekorasi-rumah
  • https://brainly.co.id/tugas/6226657
  • https://citraalam.id/kerajinan-gerabah-dan-daerah-penghasil-gerabah-di-indonesia

Tinggalkan komentar